Postingan

Jika Puisi Ini Sampai Padamu

Jika puisi ini sampai padamu, terimakasih karena telah menjadi inspirasi. Aku tak kuasa sebab luka masih menganga. Kali ini, sungguh berat sekali jemariku menyusun kata. Oh iya, puluhan puisi tentangmu takkan pernah ku buang, biarlah menjadi saksi jika kita pernah berusaha mempertahankan kisah. Kini kupersembahkan puisi tentangmu untuk yang terakhir kalinya. Semoga duka kita, atau barangkali hanya dukaku, semoga saja cepat berlalu. Terimakasih sekali lagiđź–¤ Untukmu Oleh: Zahra Arifia Mungkin kita ini tak sadar, Ada jalanan berbatu, pun ada jalanan berlumpur Semua sama sama tak sempurna, kasih Ketika kau bisa berlari sedang aku hanya bisa merangkak, apa boleh buat? Pun ketika aku berjalan sambil bercerita, sedang kau memilih diam saja, apa boleh buat? Tujuan kita mungkin sama, untuk memetik bunga itu Tapi dalam menuju kita tak bisa selaras dalam mencapai suasana, itu salah siapa? Sudahi kasih, memaksa hanya membuat kita semakin sulit berjalan Kau tak bisa jadi aku, pun ak...

Belajar

Belajar Oleh: Zahra Arifia Belajar bukan hanya tentang matematika, ekonomi, geografi, atau sejenisnya Hidup ini tidak monoton kawan Karena bagiku belajar adalah keingintahuan Belajar adalah menyatu dengan pikiran Belajar adalah intim dengan pertanyaan Maka jika puisi ini tercipta, Ada bosan yang sedang kuutarakan Puisi ini ditulis 4 Maret 2019 di Pekalongan

Detak dan Degub

Detak dan Degub Oleh: Zahra Arifia Ada suara dari celah yang menata Berantakan pertanda tak karuan Apa ini? Pikiranku menanti sebuah jawaban Kata Suara yang tak ku kenal, Ada simpati yang sedang kualamatkan Hingga tak kusadari, Malam sudah membujur pagi, Detak dan degub seperdetik saja kembali Puisi ini di tulis di Pekalongan, 3 Maret 2019

Dia II

Dia II Oleh: Zahra Arifia Dia yang lagi-lagi namanya kusebut dalam tanya Setengah hatiku menjawab jangan Namun bagian yang lain menjawab tuk lanjutkan Aku bingung, karena dia datang tanpa kepastian Bagai sesuatu yang sedang menyepi lalu kudapati dengan senang hati Meski aku tak tau bagaimana nantinya Dia Aku harap ia cepat memberiku jawabanya Puisi ini ditulis 15 Agustus 2018 di Pekalongan

Dia I

Dia I Oleh: Zahra Arifia Dia Si pendiam Dia Si jutek Dia Si pemberi kejutan Berbagai cara aku pergi Berbagai cara aku abaikan Kamu hadir menjadi dia Dia yang buatku jatuh cinta Puisi ini ditulis 6 Agustus 2018 di Pekalongan

Abang Rujak

Abang Rujak Oleh: Zahra Arifia Bang, makasih tadi sore ya! Karenamu aku bisa mendengar tawanya dengan jelas Karenamu juga aku bisa melihat bola matanya menyipit karena tawa itu Bang taukah, aku suka anak laki-laki itu! Jadi aku ingin pesan khusus untuknya, Berikan bumbu cinta di gula jawa itu Berikan juga buah-buahan yang asam manis seperti rasanya cinta Jangan lupa bisikin ke dia, "Itu dari orang yang gila karenamu" Puisi ini ditulis tanggal 26 November 2016 di Pekalongan

Laju Cintaku Bersama Angin

Laju Cintaku Bersama Angin Oleh: Zahra Arifia Saat ku berdiri pada kenestapaan, menggantung diri bersama perasaan Lamat kupandang betapa jelas sebuah bayangan Membuat diri ini seakan digoncang oleh harapan Bolehlah semua itu kuimpikan, hingga nanti aku jauh tak kepalang Tapi tak boleh kulupakan, jika cinta hanyalah bertepuk sebelah tangan Maka cepat kulajukan, dalam angin yang kan memindahkan Puisi ini ditulis tanggal 1 April 2016 di Yogyakarta